Kamis, 03 September 2009

PUASA CARA ISLAM SESUAI KODRAT ALAMI

Puasa merupakan ajaran yang dimiliki semua agama atau paham yang lain. Setiap agama memiliki cara tersendiri dalam menjalankan puasa. Puasa secara Islam bukan bertujuan untuk kepentingan atau terdensi tertentu, puasa cara Islam hanya untuk mendapatkan Keridlaan Allah semata.

Banyak tips-tips manusia agar SUKSES dalam berpuasa, akan tetapi kebanyakan tips tersebut hanyalah bertujuan agak KUAT berpuasa, sekali lagi agar KUAT dan selalu dalam kondisi FIT saat berpuasa. Padahal, kita semua tahu bahwa kesuksesan berpuasa tentunya bukan bagi siapa yang kuat maka dia menang, akan tetapi siapa yang ber-Taqwalah yang bakal beruntung.

Karena KEKUATAN yang menjadi kunci keberhasilan dalam berpuasa, banyak produsen makanan dan minuman bahkan obat-obatan yang memanfaatkan kekeliruan cara pandang orang tertang puasa tersebut. Apakah gunanya kita kuat berpuasa jika kita memakai dopping makanan atau minuman suplemen. Bahkan sebagian orang bangga telah dapat menyelesaikan puasanya di saat mereka bepergian, yang sebenarnya mendapat rukhsah atau keringanan dari agama untuk tidak berpuasa. Hal ini menunjukkan bahwa orientasi puasa adalah kekuatan, bukan ketaqwaan.

Marilah kita kembalikan ajaran Islam pada petunjuk yang telah ditetapkan Allah, Tuhan sekalian alam, yakni al-Quran dan Sunnah Nabi-Nya. Sungguh berbahagia orang yang mendengarkan petunjuk dan mengikutinya.

Senin, 31 Agustus 2009

SYARIAT ISLAM FORMULA DAHSYAT UNTUK HIDUP MANUSIA

Syariat Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasul yang dijadikan sebagai sumber peri hidup seseorang, dilaksanakan sesuai petunjuk secara ugeran atau apa adanya, tanpa dikurang dan ditambah, merupakan sebuah fenomena dahsyat yang dapat kita jumpai pada masa awal lahirnya Islam di Jazirah Arab dan sekitarnya. Dengan formula tersebut telah lahir tokoh-tokoh Islam dari berbagai bidang, baik militer, ilmu pengetahuan, perdagangan, seni, dsb.
Dalam tulisan ini saya tidak akan berpanjang lebar tentang sejarah atau hal-hal lain yang bersifat tekstual, akan tetapi tulisan ini merupakan percikan-percikan kecil berupa kesan terhadap kemulyaan Syariat Islam.

Syariat Islam Menjadikan Pelakunya Selalu Berada dalam Kondisi Terbaik.

Kita lembari sejenak sejarah kehidupan para sahabat Rasulullah, mereka yang hanya mengandalkan al-Quran dan sunnah saja, mereka merupakan tokoh-tokoh terkemuka yang telah mengubah dunia. Lantas bagaimana dengan kita? Jika boleh dibandingkan, kita sekarang belum dapat menyamai satu persenpun prestasi mereka. Mereka telah mengubah dunia menjadi jauh lebih baik, lebih maju, dan beradab, sementara kita hanya mampu menjadi pengikut saja. Beruntung jika kita menjadi pengikut perilaku Rasulullah dengan menerapkan al-Quran dan Sunnah, kebanyakan dari kita sekarang justru menjadi pengikut ajaran, gaya hidup, dan perilaku ummat lain yang sebenarnya memusuhi Islam.

Yang saya maksud musuh Islam ialah kekafiran, atau penentangan terhadap kebenaran syariat.
Sederhana saja, sebuah kenyataan bahwa ilmu kita lebih banyak didominasi tentang urusan keduniaan daripada ilmu agama. Bagaimana tidak, waktu luang kita kebanyakan habis untuk tayangan TV, koran, atau berinternet yang sifatnya duniawi, sedangkan membaca al-Quran hanya dibaca saja tanpa mau mempelajari maksud ayat-ayat yang sedang dibaca, bagaimana Petunjuk bisa didapat jika demikian?

Kita sudah ber-Sahadat, Sholat, Puasa, Zakat, bahkan menunaikan ibadah Haji, apakah sudah benar-benar diamalkan berdasarkan ilmunya? Atau hanya mengikut tanpa ilmu? (taqlid buta)

Penerapan syariat berdasarkan ilmu yang benar menurut al-Quran dan Sunnah sudah selayaknya menjadi prioritas yang harus dilakukan setiap Muslim agar mampu mengimbangi prestasi yang dimiliki generasi Sahabat, yaitu mengamalkan agama sesuai dengan ajaran yang haq agar dapat "mengubah dunia", menjadi Pioneer Kebenaran bukan Pengikut Kebathilan.

Teman